Cirebon,27/01/2026—Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) melaksanakan pertemuan teknis guna membahas pelaksanaan program Karantina Bahasa Arab yang akan diselenggarakan di Lembaga Pendidikan Al-Bahjah Buyut, Cirebon. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan ujian placement test untuk memetakan kemampuan awal bahasa Arab para siswa sebagai dasar penyusunan program pembelajaran yang tepat sasaran. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para dosen BSA, di antaranya Ust. Hasan Saefulloh, M.Ag pakar kurikulum bahasa Arab yang telah berpengalaman luas dalam merancang kurikulum bahasa Arab tingkat SMP hingga SMA di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia.
Dalam pembahasannya, Hasan Saefulloh, M.Ag menekankan pentingnya penetapan goal dan target capaian pembelajaran sejak awal pelaksanaan karantina. Menurutnya, tujuan yang terukur menjadi kunci utama agar program karantina tidak hanya berjalan intensif, tetapi juga dapat dievaluasi secara objektif di akhir kegiatan. “Penentuan target yang jelas sejak awal akan memudahkan proses evaluasi, sekaligus menjadi landasan utama dalam penyusunan modul pembelajaran yang relevan dan efektif,” ungkapnya. Lebih lanjut, hasil placement test yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ini akan digunakan sebagai pijakan awal untuk menyusun modul karantina bahasa Arab yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih adaptif, terarah, dan berdampak signifikan. Melalui sinergi antara BSA dan Al-Bahjah ini, diharapkan program Karantina Bahasa Arab dapat menjadi model pembelajaran intensif yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga pencapaian kompetensi bahasa Arab secara terukur dan berkelanjutan.(rjl).
Cirebon,27/01/2026—Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) melaksanakan pertemuan teknis guna membahas pelaksanaan program Karantina Bahasa Arab yang akan diselenggarakan di Lembaga Pendidikan Al-Bahjah...
Bagikan Artikel: