Cirebon, 30 Oktober 2025, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kuliah Dosen Tamu dengan tema “Understanding Pragm...
Cirebon, 30 Oktober 2025, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kuliah Dosen Tamu dengan tema “Understanding Pragmatics Today: The Study of Co(n)textual Meaning” pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari semester V jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Acara kuliah tamu ini menghadirkan Mutiara Intan Permata, M.Hum. sebagai narasumber utama. Mutiara adalah akademisi yang memiliki kepakaran dalam bidang linguistik dan pragmatik modern. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bagaimana bahasa tidak hanya dipandang sebagai sistem tanda dan struktur, tetapi juga sebagai sarana bertindak dalam konteks sosial.
Dalam pemaparan materi pertama yang bertajuk “Pragma is an Act”, narasumber menjelaskan bahwa istilah pragmatics berasal dari bahasa Yunani “pragma”, yang berarti tindakan atau sesuatu yang dilakukan. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Charles Morris pada tahun 1930 dalam kerangka semiotika (the study of signs). Pragmatik, menurut beliau, merupakan studi yang meneliti hubungan antara tanda (language) dan penggunaannya dalam konteks sosial. Melalui perspektif ini, bahasa tidak lagi hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai tindakan nyata yang mencerminkan maksud, perasaan, dan hubungan sosial penutur.
Materi berikutnya menyoroti pentingnya pemahaman makna kontekstual (contextual meaning) dalam kajian pragmatik. Bahasa yang sama dapat memiliki makna berbeda tergantung pada siapa yang berbicara, kepada siapa ia berbicara, di mana percakapan terjadi, dan dengan tujuan apa ujaran tersebut disampaikan.
Pemateri menekankan bahwa kemampuan memahami konteks inilah yang menjadi inti dari pragmatik dan menjadi kunci keberhasilan komunikasi antarpenutur, terutama dalam interaksi lintas budaya. Di akhir sesi, para pemateri menekankan pentingnya kepekaan pragmatik dalam era globalisasi bahasa saat ini. Kemampuan memahami konteks tuturan menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang efektif, sopan, dan berimbang antara berbagai budaya dan latar sosial.
Kuliah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa BSA FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengaplikasikan ilmu linguistik secara kontekstual dalam kehidupan akademik maupun profesional. Kegiatan kuliah dosen tamu ini juga berjalan dengan interaktif dan inspiratif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai fenomena bahasa sehari-hari dalam perspektif pragmatik. Melalui kegiatan ini, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat keilmuan linguistik Arab modern dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap pendekatan lintasdisipliner dalam studi bahasa.(rjl).
Acara kuliah tamu ini menghadirkan Mutiara Intan Permata, M.Hum. sebagai narasumber utama. Mutiara adalah akademisi yang memiliki kepakaran dalam bidang linguistik dan pragmatik modern. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bagaimana bahasa tidak hanya dipandang sebagai sistem tanda dan struktur, tetapi juga sebagai sarana bertindak dalam konteks sosial.
Dalam pemaparan materi pertama yang bertajuk “Pragma is an Act”, narasumber menjelaskan bahwa istilah pragmatics berasal dari bahasa Yunani “pragma”, yang berarti tindakan atau sesuatu yang dilakukan. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Charles Morris pada tahun 1930 dalam kerangka semiotika (the study of signs). Pragmatik, menurut beliau, merupakan studi yang meneliti hubungan antara tanda (language) dan penggunaannya dalam konteks sosial. Melalui perspektif ini, bahasa tidak lagi hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai tindakan nyata yang mencerminkan maksud, perasaan, dan hubungan sosial penutur.
Materi berikutnya menyoroti pentingnya pemahaman makna kontekstual (contextual meaning) dalam kajian pragmatik. Bahasa yang sama dapat memiliki makna berbeda tergantung pada siapa yang berbicara, kepada siapa ia berbicara, di mana percakapan terjadi, dan dengan tujuan apa ujaran tersebut disampaikan.
Pemateri menekankan bahwa kemampuan memahami konteks inilah yang menjadi inti dari pragmatik dan menjadi kunci keberhasilan komunikasi antarpenutur, terutama dalam interaksi lintas budaya. Di akhir sesi, para pemateri menekankan pentingnya kepekaan pragmatik dalam era globalisasi bahasa saat ini. Kemampuan memahami konteks tuturan menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang efektif, sopan, dan berimbang antara berbagai budaya dan latar sosial.
Kuliah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa BSA FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengaplikasikan ilmu linguistik secara kontekstual dalam kehidupan akademik maupun profesional. Kegiatan kuliah dosen tamu ini juga berjalan dengan interaktif dan inspiratif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai fenomena bahasa sehari-hari dalam perspektif pragmatik. Melalui kegiatan ini, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat keilmuan linguistik Arab modern dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap pendekatan lintasdisipliner dalam studi bahasa.(rjl).
Bagikan Artikel: