Cirebon, 29 Oktober 2025 – Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan Class Lecture bertajuk “Pola-Pola Ba...
Cirebon, 29 Oktober 2025 – Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan Class Lecture bertajuk “Pola-Pola Bahasa dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Keterampilan Berbicara dan Menulis”, pada Selasa, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kelas Internasional FUA dan menghadirkan narasumber Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I., dosen BSA UIN Tulungagung yang dikenal aktif di bidang linguistik terapan dan pengajaran bahasa Arab komunikatif. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Lokakarya Kurikulum Program Studi BSA se-Indonesia yang tengah berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi BSA Erfan Gazali, MSI menegaskan pentingnya penguasaan dua keterampilan produktif bahasa Arab, yaitu maharah al-kalam (berbicara) dan maharah al-kitabah (menulis). “Kefasihan tidak cukup hanya dengan memahami tata bahasa. Mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan pola-pola ungkapan yang hidup dan alami agar bahasa Arab benar-benar menjadi bahasa komunikasi, bukan sekadar hafalan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan metode interaktif yang memadukan audiovisual dan praktik langsung. Mahasiswa menyimak cuplikan percakapan berbahasa Arab, kemudian berlatih menyusun kalimat menggunakan pola yang telah dipelajari. Dalam sesi ta‘bīr syafahī (ungkapan lisan), peserta diminta berdialog secara spontan. Dr. Nuryani aktif memberikan umpan balik dan motivasi, di antaranya dengan ungkapan apresiatif dalam Bahasa Arab kepada mahasiswa yang menjawab dengan baik. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang hangat, penuh semangat, dan membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Arab.
Di akhir sesi, Dr. Nuryani mengajak mahasiswa untuk menjadikan qawālib lughawiyyah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. “Semakin sering kalian menggunakan pola-pola ini, semakin alami pula bahasa Arab kalian terdengar,” pesannya penuh inspirasi. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa diminta mengembangkan salah satu pola kalimat menjadi ungkapan tertulis (ta‘bīr tahrīrī), yang kemudian direvisi bersama dan dipublikasikan di media sosial sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi karya.
Melalui kegiatan Class Lecture ini, Jurusan BSA FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya memperkaya wawasan linguistik mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk terus mempraktikkan bahasa Arab secara kreatif, komunikatif, dan kontekstual — menjadikan bahasa Arab benar-benar “hidup” di tengah para pembelajarnya. (rjl).
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi BSA Erfan Gazali, MSI menegaskan pentingnya penguasaan dua keterampilan produktif bahasa Arab, yaitu maharah al-kalam (berbicara) dan maharah al-kitabah (menulis). “Kefasihan tidak cukup hanya dengan memahami tata bahasa. Mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan pola-pola ungkapan yang hidup dan alami agar bahasa Arab benar-benar menjadi bahasa komunikasi, bukan sekadar hafalan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan metode interaktif yang memadukan audiovisual dan praktik langsung. Mahasiswa menyimak cuplikan percakapan berbahasa Arab, kemudian berlatih menyusun kalimat menggunakan pola yang telah dipelajari. Dalam sesi ta‘bīr syafahī (ungkapan lisan), peserta diminta berdialog secara spontan. Dr. Nuryani aktif memberikan umpan balik dan motivasi, di antaranya dengan ungkapan apresiatif dalam Bahasa Arab kepada mahasiswa yang menjawab dengan baik. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang hangat, penuh semangat, dan membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Arab.
Di akhir sesi, Dr. Nuryani mengajak mahasiswa untuk menjadikan qawālib lughawiyyah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. “Semakin sering kalian menggunakan pola-pola ini, semakin alami pula bahasa Arab kalian terdengar,” pesannya penuh inspirasi. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa diminta mengembangkan salah satu pola kalimat menjadi ungkapan tertulis (ta‘bīr tahrīrī), yang kemudian direvisi bersama dan dipublikasikan di media sosial sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi karya.
Melalui kegiatan Class Lecture ini, Jurusan BSA FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya memperkaya wawasan linguistik mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk terus mempraktikkan bahasa Arab secara kreatif, komunikatif, dan kontekstual — menjadikan bahasa Arab benar-benar “hidup” di tengah para pembelajarnya. (rjl).
Bagikan Artikel: