Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 29-31 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di K...
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 29-31 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UINSSC ini melibatkan Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (IQLAB) Indonesia. Acara dihadiri oleh perwakilan dari 21 program studi se-Indonesia guna menyelaraskan kurikulum dengan standar nasional.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Wakhid Nashruddin, Ph.D. Review kurikulum ini menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu Dr. Hoiruddin, M.Hum, dari Tim Pengembang Kurikulum Universitas Hasanuddin, dan Dr. Uki Sukiman, M.Ag, selaku Ketua Umum IQLAB.
Dr. Hoiruddin dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah catatan perbaikan. Ia merekomendasikan agar jumlah Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan dirampingkan menjadi maksimal 12 butir per unsur. Ia juga menilai proporsi mata kuliah di luar program studi masih perlu ditinjau ulang agar tidak mengurangi porsi mata kuliah inti.
Sementara itu, Dr. Uki Sukiman mengapresiasi upaya jurusan yang telah mengadopsi CPL yang digariskan asosiasi. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif dan selaras dengan perkembangan regulasi terbaru, termasuk Permendikti Sains dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Proses review ini diikuti secara aktif oleh dosen, mahasiswa, pengguna alumni, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi. Dialog tersebut bertujuan menghasilkan struktur kurikulum yang lebih fokus, relevan, dan memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Kegiatan review kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu dan kompetensi lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi akademik program studi dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Sementara itu, Dr. Uki Sukiman mengapresiasi upaya jurusan yang telah mengadopsi CPL yang digariskan asosiasi. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif dan selaras dengan perkembangan regulasi terbaru, termasuk Permendikti Sains dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Proses review ini diikuti secara aktif oleh dosen, mahasiswa, pengguna alumni, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi. Dialog tersebut bertujuan menghasilkan struktur kurikulum yang lebih fokus, relevan, dan memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Kegiatan review kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu dan kompetensi lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi akademik program studi dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Bagikan Artikel: